jump to navigation

Manajemen Kepemimpinan

1. Leadership

Seorang lelaki (pemimpin) terkadang berbanding seratus, bahkan seribu orang. Dan seorang pemimpin pilihan kadang kala imbangannya adalah satu bangsa, sehingga dikatakan: Seorang pemimpin yang punya cita-cita besar bisa menghidupkan satu kaum (bangsa)

Pendahuluan : jelaskan kepada peserta mengapa mereka membutuhkan materi ini. (Tanyakan apakah sekarang mereka telah bisa memimpin atau belum. Maka materi ini Insya Allah akan menuntun mereka untuk mampu menjadi pemimpin)

1.a. Kepemimpinan

Kepemimpinan diartikan sebagai :

· Orang yang memiliki kemampuan mempengaruhi (karena wibawa, pengetahuan atau dapat melakukan komunikasi)

· Dan mengkoordinasikan untuk mengarahkan orang-orang yang dipimpinnya

· Untuk mencapai tujuan

Kepemimpinan adalah :

Ø mengetahui apa tindakan berikutnya

Ø mengetahui mengapa tindakan itu penting

Ø mengetahui bagaimana menggunakan sumber-sumber yang ada

(Maka seorang pemimpin adalah orang yang bisa menjawab itu semua)

1.b. Pemimpin dan Pengikut

Pemimpin yang baik menyadari bahwa mereka juga harus menjadi pengikut yang baik. Boleh dikatakan, pemimpin juga harus melapor kepada seseorang atau kelompok. Oleh sebab itu mereja juga harus menjadi pengikut yang baik. Pengikut yang baik harus menghindari persaingan dengan pemimpin, bertindak dengan setia, dan menanggapi ide, nilai dan tingkah laku pemimpin secara konstruktif.

Pemimpin adalah seseorang yang mau dipimpin.

Pemimpin harus senantiasa memberi perhatian pada kesejahteraan anggotanya.

1.c. Ciri-ciri Pemimpin Islam

  1. Setia

Pemimpin dan orang yang dipimpin terikat kesetiaan kepada Allah

  1. Tujuan Islam secara Menyeluruh

Pemimpin melihat tujuan organisasi bukan saja berdasarkan kepentingan kelompok, tetapi juga dalam ruang lingkup tujuan Islam yang luas

  1. Berpegang pada Syariat dan Akhlak Islam

Pemimpin terikat dengan peraturan Islam, dan boleh menjadi pemimpin selama ia berpegang pada perintah Syariat Waktu mengendalikan urusannya ia harus patuh kepada adab-adab Islam

  1. Pengemban Amanat

Pemimpin menerima kekuasaan sebagai amanah dari Allah yang disertai oleh tanggungjawab yang besar. Qur’an memerintahkan pemimpin melaksanakan tugasnya untuk Allah dan menunjukkan sikap baik kepada pengikutnya. (22:41)

1.d. Jenis-jenis Kepemimpinan

Dalam pelaksanaan, gaya kepemimpinan bervariasi :

Otokrat :

· Kurang mempercayai anggota kelompoknya

· Hanya mempercayai bahwa imbalan materi sajalah yang mendorong orang untuk bertindak

· Perintah yang dikeluarkan harus dilaksanakan tanpa pertanyaan

Otokrat yang baik :

· Memberikan perhatian kepada pengikut-pengikutnya

· Memberi kesan seperti yang demokratis

· Senantiasa membuat keputusan sendiri

Demokratis :

· Membuat keputusan bersama dengan anggota kelompok

· Menerangkan sebab-sebab keputusan yang dibuat sendiri kepada kelompok

· Menyampaikan kritikan dan pujian secara obyektif

Laissez Faire :

· Tidak mempunyai keyakinan terhadap kemampuannya

· Tidak menetapkan tujuan untuk kelompok

· Memperkecil komunikasi dan hubungan kelompok

1.e. Karakteristik Gaya Kepemimpinan

A. PEMAKSA

a. Senang menghukum tapi tidak suka memberi penghargaan

b. Berpendapat bahwa orang-orang pada dasarnya malas dan harus di”paksa” untuk bekerja

c. Tidak suka menerima umpan balik dari bawahannya atau orang-orang sekitanya

B. PENDOBRAK

a. Punya motivasi prestasi (achievement) yang tinggi

b. Melakukan segala-galanya sendirian

c. Tidak suka mendelegasikan wewenang dan tanggung-jawabnya

d. Tidak menaruh perhatian pada orang-orang disekitarnya

e. Punya standar mutu kerja yang tinggi, tapi tidak memiliki sifat sebagai pemimpin yang baik

C. PENGUASA

a. Usul-usul atau pendapatnya diajukan secara halus dan terselubung hingga kurang jelas bagi orang lain

b. Memberikan hukuman tapi juga suka memberi penghargaan

c. Suka mendengar umpan balik dari bawahan dan orang-orang sekitarnya, tetapi hanya untuk kepentingan sendiri

D. PENYAYANG

a. Suka memanjakan anggota atau bawahannya

b. Nyaris tidak punya rencana kerja

c. Selalu memberi penghargaan, tidak suka menghukum

d. Nyaris tak bisa mengatur pekerjaannya sendiri

E. DEMOKRAT

a. Selalu punya rencana kerja terperinci

b. Banyak menaruh perhatian pada orang-orang sekitarnya

c. Suka menanyakan pendapat setiap orang

d. Memberi penghargaan, tidak suka memberi hukuman

F. PEMBINA

a. Menetapkan tujuan dengan jelas, memberikan tantangan tetapi moderat resikonya

b. Suka menerima dan memberikan umpan-balik terperinci

c. Memberi penghargaan, tapi juga memberi hukuman

d. Mendelegasikan wewenang dan memberi bantuan kepada anggota atau bawahannya

e. Bawahan mempercayai dan menghormatinya

1.f. Apakah Pemimpin mengekor Pengikut ?

Sebagian pemimpin kadang-kadang mengikuti pengikutnya. Mereka melepaskan fungsi kepemimpinan ketika tindakan mereka hanya sekedar cerminan kehendak atau perilaku pengikutnya. Mereka tidak lagi menentukan arah yang seharusnya diikuti dan dilaksanakan. Para pengikut mereka membuat penilaian yang salah bahwa tindakan pemimpin tersebut sebagai keputusan yang popular. Lambat laun para pengikut itu menyadari bahwa mereka mampu bekerja tanpa pemimpin.

Barisan sedang melewati suatu jalan, tiba-tiba terdengar teriakan di tengah massa yang menonton barisan itu :

“Berhati-hatilah. Kalian bergerak ke arah yang salah. Ini jalan buntu.”

Orang yang berbaris itu berhenti …. cemas …. “ Mungkinkah hal ini terjadi?”. Mereka bepikir, dan melihat, lalu menuju ke depan, tinggi dan megah, pemimpin mereka yang gagah terus berjalan.

Pasti ia menuju ke jalan yang benar, pikir mereka. “Lihatlah, bagaimana ia melangkah! Betapa tingginya ia berdiri. Sudah pasti itu benar!”

…. dan merekapun terus berjalan.

Pemimpin yang gagah itu berhenti sebentar … cemas … “Tetapi apakah ini mungkin?” sambil berpikir ia menoleh ke belakang.

“Saya pasti menuju ke jalan yang benar,” ia berpikir sebentar, lalu: “Lihat betapa banyaknya pengikut saya. Saya pastilah berada di jalan yang benar.”

…. dan dia terus berjalan ……

1.g. Yang Harus Dimiliki seorang Pemimpin :

1.g.i. Motivation

Pengendalian, tenaga, inisiatif, keberanian dan kesanggupan “memulai dari diri sendiri” dan pendirian yang tetap serta keinginan yang kuat untuk mencapai sesuatu.

1.g.ii. Power of 4 kinds

1. Leader Power

Inside [skill] :

o Decision making

Dalam melaksanakan pengambilan keputusan dapat dilakukan berbagai macam pendekatan salah satunya adalah :

1. Definisikan masalah

2. Tentukan batasan untuk masalah

3. Tentukan prosedur untuk pemecahan masalah

4. Tentukan siapa yang harus memecahkan masalah

5. Mendapatkan pemecahan masalah (Diterima / Dikembalikan)

6. Tentukan siapa yang harus melaksanakan pemecahan masalah dan kapan

7. Tentukan siapa yang mengkontrol pelaksanaan pemecahan masalah

8. Terima hasil pengkontrolan pelaksanaan

9. Bila pemecahan masalah tidak berhasil cari solusi terbaik lainnya dan lanjutkan dari langkah 6

o Bersikap adil

o Bertanggung jawab

o Dapat dipercaya

o Aligning (mampu mengorganisir dengan rapi)

2. Goal Power [vision]

Visi adalah pandangan yang menggambarkan :

· Kemana anda akan menuju

· Bagaimana

· Dan apa yang akan anda lakukan

Parameter visi

· Focus

· Jelas, lugas

· Mudah dicapai [bukan berarti tanpa tantangan]

Langkah pencapaian visi adalah dengan menetapkan sasaran

Parameter sasaran : SMART

Dalam mencapai visi kita maka visi tersebut harus permanen [sehingga arahnya tidak berubah ubah] sedangkan sasarannya dapat berubah-ubah [“Banyak jalan menuju Roma”]

Tugas : minta setiap peserta membuat contoh visi dan sasarannya masing-masing jika mereka mendapat jabatan kepemimpinan tertentu (ketua bidang atau ketua kepanitiaan misalnya)

3. Follower Power

Needs of followers [based on Maslow’s need hierarchy] :

a. physical needs [house, food, clothes]

b. safety [security]

c. social [has friends, accepted]

d. ego [has status, is viewed with esteem]

e. self actualization [opportunity to realize full potential]

Untuk mendapatkan pengikut maka pemimpin harus dapat menarik perhatian mereka. Hal yang menarik perhatian pengikut antara lain :

(1) confidence [rasa percaya diri seorang pemimpin]

(2) creativity [kreativitas yang tinggi dari seorang pemimpin dalam penentuan langkah]

(3) caring [tidak ada orang yang tidak penting]

(4) consideration [memperlakukan orang sesuai dengan apa yang orang tersebut harapkan dan seorang pemimpin membantunya menjadi sesuatu yang ia capable didalamnya]

Managerial leadership power adalah keadaan termotivasi secara personal untuk mempengaruhi orang lain dalam rangka mencapai suatu tujuan:

o Bagaimana cara mendapatkannya

§ Dengan kreasi motivasi dari dalam dirinya

§ Dengan inspirasi yang berasal dari luar dirinya

o Tujuannya

Untuk membakar rasa enthusiasm diantara orang-orang dalam organisasi dan mempengaruhi mereka untuk menjadi tertarik dengan kontribusi personal mereka dalam pencapaian tujuan organisasi

4. Communicatioin Power

“a leader must be able to get his message across to those who would follow”

Communication skill

a. dapat menjelaskan secara jelas tujuan ataupun visi mereka kepada pengikut mereka

b. empowering [memaksimalkan potensi, bakat dan energi serta kontribusi pengikut]

c. modeling [membangun rasa kepercayaan diantara pengikut dan semua]

d. dapat memecahkan problem yang terjadi

1.h. Prinsip-prinsip dasar operasional kepemimpinan Islam

  1. Musyawarah

“Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhan-nya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari Rezki yang Kami Berikan kepada mereka.” (QS. Asy Syu’ara 42:38)

Pelaksanaan musyawarah memungkinkan anggota turut serta dalam proses pembuatan keputusan. Pada saat yang sama musyawarah berfungsi sebagai tempat mengawasi tingkah laku pemimpin jika menyimpang dari tujuan umum kelompok.

Tentu saja pemimpin tidak wajib melakukan musyawarah untuk setiap masalah. Masalah rutin hendaknya ditanggulangi secara ber-beda dengan masalah yang menyangkut pembuatan kebijaksanaan. Apa yang rutin dan apa yang tidak harus dirumuskan oleh masing-masing kelompok sesuai dengan ukuran, kebutuhan, sumber daya manusia dan lingkungan yang ada. Secara umum, petunjuk berikut ini dapat membantu untuk menjelaskan lingkup musyawarah :

· Urusan-urusan administratif dan eksekutif diserahkan kepada pemimpin

· Persoalan yang membutuhkan keputusan segera harus ditangani oleh pemimpin dan disajikan kepada kelompok untuk ditinjau dalam pertemuan berikutnya

· Anggota kelompok atau wakil mereka harus mampu memeriksa ulang dan menanyakan tindakan pemimpin secara bebas tanpa rasa segan dan malu

· Kebijaksanaan yang hendak diambil, sasaran jangka panjang yang direncanakan dan keputusan penting yang harus diambil para wakil terpilih diputuskan dengan cara musyawarah. Masalah ini tidak boleh diputuskan oleh pemimpin seorang diri.

  1. Adil

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menunaikan (mengembalikan) amanat kepada yang berhak (ahlinya).” (QS. An-Nisa’ 4:58)

“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berbuat yang tidak adi. Beraku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah itu Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Maidah 5:8)

  1. Kebebasan Berpikir

Pemimpin Islam hendaklah memberikan ruang dan mengundang anggota kelompok untuk dapat mengemukakan kritiknya secara konstruktif, menciptakan suasana kebebasan berpikir dan pertuka-ran gagasan yang sehat dan bebas, saling menasehati satu sama lain sedemikian rupa, sehingga para pengikutnya merasa senang mendiskusikan persoalan yang menjadi kepentingan bersama.

Sifat-sifat yang harus dimiliki oleh kepemimpinan :

Pertama : Mengenal dakwah

Pemimpin harus memahami dengan baik seluk beluknya yang bersifat ideology, doktrin dan organisasi serta menekuni kegiatan-kegiatannya dan menghayati segala aktivitas dan sepak terjangnya.

Pertanggungjawaban kepemimpinan sungguh menuntut dari tokohnya hubungan yang terus menerus dengan bawahan serta mengenal berbagai pandangan dan problema mereka termasuk penghayatan dan mempelajari pengalaman yang berguna bagi kedua belah pihak.

Kedua : Mengenal diri sendiri

Yaitu mengenal titik-titik kekuatan dan kelemahan yang ada pada dirinya sendiri.

Oleh sebab itu, ia harus :

· Mengakui & menyadari titik-titik kelemahan yang ada padanya serta berusaha memperkuatnya.

· Menemukan titik-titik kekuatan yang ada padanya serta berusaha pula memanfaatkan dan mengembangkannya.

· Berambisi mengembangkan pengetahuan umum dan menelaah berbagai obyek, pandangan dan pemikiran-pemikiran politik, social, ekonomi, dst.

· Mempunyai perhatian untuk mengkaji dan mempelajari berbagai tokoh pemimpin kaum Muslimin dan lainnya serta mengenal berbagai metode dan gaya kepeimpinan mereka demikian juga berbagai sarana dan factor kesuksesan dan kegagalan mereka.

Ketiga : Pengayoman yang kontinu/ Perhatian penuh

Keterlibatan seorang pemimpin dalam mengawasi aktifitas individu-individu mengenal mereka dengan baik, menghayati ihwal dan kedudukan mereka secara khusus ataupun secara umum, kebersamaan dalam suka duka dan berusaha memecahkan segala problema mereka… Semua itu membantu memantapkan mereka dan memperteguh kepercayaan mereka, selanjutnya dapat memanfaatkan tenaga mereka dengan baik.

Keempat : Teladan yang baik

Tingkah laku, kegiatan vitalitas dan mobilitas, akhlak, perkataan dan aktifitas-aktifitas serta karya seorang pemimpin mempunyai dampak aktif terhadap seluruh jama’ahnya.

Kelima : Pandangan yang tajam

Kemampuan seorang pemimpin melakukan penilaian dengan cepat dan tepat bagi berbagai keadaan dan memberikan keputusan yang tepat dalam bermacam-macam ihwal dan situasi kondisi, niscaya akan mengokohkan kepercayaan dan penghargaan para individu.

Keragu-raguan, ketertutupan, kebingungan dan kerancuan dapat pula menciptakan kevakuman dan kelemahan kepercayaan serta melenyapkan disiplin.

Keenam : Kemauan yang kuat

Dimana dengan itu ia dapat mengatasi kesulitan dan menyelesaikan problema serta melewati liku-liku perjalanan.

Ketujuh : Kharisma kepribadian yang fitrah

Hal ini adalah sifat karakteristik bakat yang jika terdapat pada seorang pemimpin, ia akan mampu mempesona hati tanpa kesulitan. Unsur ini termasuk unsur yang paling kuat dalam membentuk pribadi pemimpin.

Kedelapan : Optimisme

Seorang pemimpin sepatutnya selalu diliputi cita-cita dan jiwa yang bersih serta lapang dada; tanpa memalingkannya dari sikap mawas diri.

Keputus-asaan merupakan salah satu factor yang berbahaya diantara faktor-faktor penyebab keruntuhan dan kehancuran dalam kehidupan individu dan jama’ah.

Jika pemimpin menjadi kendor dan putus asa, barisannya pun akan mengalami kekendoran dan keputus-saan. Jika pemimpin tangguh dihadapan berbagai tantangan, maka jiwa optimis dan maju akan meresap ke dalam setiap individu dan pasukan.

Di antara contoh kelemahan pemimpin adalah peristiwa dimana seorang penanggung jawab dari salah satu jamaah Islam merasa kecil hati terhadap para pasukan (anggotanya) jika mereka dirasa sudah melampauinya di bidang ilmu pengetahuan, kualifikasi organisasi, pendidikan, atau lain sebagainya. Hal demikian berakhir dengan melepaskan mereka, dan amal keislaman mereka dicukupkan dengan mendidik para pemula saja tiada lain.

1.i. Mentalitas Dasar Kader ROHANI

1.i.i. Kemampuan sebagai motor (Mandiri dan proaktif)

Ia harus mampu menggerakkan teman-temannya untuk bekerja disamping iapun ikut bekerja.

Ia bisa mengajak teman-temannya untuk berunding dalam rapat.

Ia bisa memimpin teman-temannya dengan cemerlang.

Pada saat teman-temannya malas untuk bekerja ia harus kreatif untuk memanasi teman-temannya untuk bekerja.

Pada saat yang lain tidak berani mencoba maka ia harus berani mencoba hal baru yang diyakininya. Inilah jiwa kepeloporan.

Intinya seorang pemimpin harus bisa mempengaruhi teman-temannya, menggerakkan teman-temannya agar bekerja untuk mencapai suatu tujuan dan dia juga harus mampu untuk senantiasa mempersatukan teman-temannya.

1.i.ii. Kemampuan problem solving, kreatif dan inovatif

Sebagian orang bertindak bebas dan kreatif dalam berfikir. Mereka mempunyai “idea sendiri”. Mereka menganalisa dan menafsirkan, menciptakan sesuatu yang baru, menulis dan mengajukan cara untuk melaksanakan sesuatu. Sebagian lainnya tidak demikian aslinya, tetapi mencoba memahami apa yang dilakukan oleh orang lain sebelum mencobanya sendiri. Ada orang yang keaslian pemikirannya luar biasa, ada yang lebih kreatif daripada orang biasa, ada yang keasliannya sama seperti orang lain, ada yang lebih cenderung untuk bergantung kepada orang lain untuk mendapatkan buah fikiran dan tingkat terbawah ada yang tidak menunjukkan kecenderungan untuk menghasilkan buah fikiran sendiri.

Seorang pemimpin dituntut memiliki keaslian pemikiran yang luar biasa, dia harus kreatif dan dia harus memiliki kemampuan problem solving yang baik.

Tugas seorang pemimpin terutama adalah memecahkan masalah. Dan ia tidak bisa hanya berkutat dipemecahan yang tradisional. Ia harus senantiasa mengeluarkan ide-ide baru yang lebih baik, lebih efisien dan lebih efektif.

Ia harus selalu penuh inisiatif dan berkemampuan kreatif serta selalu berupaya maksimal menemukan hal-hal terbaru yang jauh lebih baik dan lebih bermanfaat.

1.i.iii. Tanggung jawab dan amanah (handal)

Sebagian orang dapat membangkitkan kepercayaan yang begitu besar dalam diri orang lain. Mereka dianggap terpercaya dalam setiap keadaan, dan orang biasanya mempunyai rasa hormat yang besar terhadap integritas mereka. Sebaliknya terdapat pula orang yang sama sekali tidak patut, tidak bisa dipercaya dan dijadikan tempat bergantung. Dalam hal ini seseorang dapat berada pada tingkatan :

- Sangat dihargai dan dipercaya

- Reputasinya baik (dapat dipercaya)

- Dapat dipercaya seperti kebanyakan orang

- Kadang-kadang kurang dapat dipercaya

- Tidak mempunyai reputasi yang baik untuk dapat dipercaya

Dalam ROHANI salah satu kepercayaan dilahirkan dari tingkat kerajinan menghadiri kegiatan dan melaksanakan tugas-tugas yang diberikan. Orang-orang yang jarang menghadiri mentoring maka padanya kita akan menyangsikan sifat amanahnya dan padanya tidak layak dipercayakan suatu amanah. Karena itu tingkatkan kepercayaan orang lain pada diri kita. Ingat, Rasul diberi gelar sebagai Al Amin.

Seorang kader harus benar-benar dapat dipercaya dan diandalkan dalam menjalankan tugas, perintah atau amanah, dan sangat diyakini akan melaksanakannya dengan optimal, maksimal dan bertanggung jawab penuh.

1.i.iv. Kharisma dan akhlak

Ada sebagian orang lebih disukai oleh para pengikutnya daripada yang lain. Adapula yang menampilkan kesan yang tidak baik mengenai dirinya kepada orang-orang yang ditemuinya. Seorang yang mempunyai kepribadian karismatik biasanya diterima oleh berbagai kalangan dan mempunyai banyak kenalan. Sebaliknya kepribadian yang tidak popular sukar diterima oleh orang lain sering kali diabaikan dan dihindari. Dalam hal ini seseorang dapat berada pada tingkatan :

- Salah seorang pribadi yang paling disukai dalam masyarakat

- Pribadi yang cukup populer

- Sederhana, diterima, tidak begitu menonjol

- Tdk begitu baik seperti kebanyakan orang dalam kedudukan sosial

- Amat tidak disukai banyak orang

Guna memperoleh kharisma yang baik, pada intinya seseorang dituntut untuk memiliki akhlak yang baik pada orang lain dan mampu menampilkan keimanannya yang dilahirkan dari ibadah dan amal shaleh yang senantiasa dilakukannya. Milikilah akhlak yang mulia dan tingkatkanlah ibadah dan amal shaleh kita. Banyak-banyaklah bergaul dengan masyarakat luas.

1.i.v. Aktif melakukan amal shaleh dan Ibadah

Santapan-santapan ruhaniah sehari-hari merupakan suatu keharusan dan tidak boleh tidak bagi seorang Muslim. Santapan ini terwujudkan dengan menegakkan kewajiban sehari-hari dan dengan melaksanakan hal-hal sunnah yang memungkinkan secara kontinu sesuai dengan kadar yang bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan ruhani sebagai sanatapan dan obatnya, serta bisa menjadikan seorang Muslim berada dalam kondisi pendakian (ruhani) yang abadi.

Program atau kegiatan dalam latihan itu hendaknya diatur sedemikian rupa, sehingga sasaran ruhaniyahnya menjadi tinggi. Latihan-latihan ruhani semcam ini mampu meninggikan derajat ruhani manusia dan mampu memindahkan hati dari suatu kondisi ruhaiah ke kondisi ruhaniah yang lain.

1.i.vi. Wawasan dan visi (syariat, dakwah, keorganisasian,Rohani)

Salah satu keunggulan seorang kader adalah dalam hal wawasannya yang lebih luas dan lebih mendalam dibandingkan orang-orang awam.

Seorang kader juga dituntut untuk memahami benar visi perjuangannya, dia tidak boleh hanya asal bekerja tanpa memahami hakikat tujuan pekerjaannya itu.

Pemahaman akan wawasan Dienul Islam dan visi inipun melahirkan prinsip dalam dirinya sehingga tidak asal-asalan mengikuti suatu kebudayaan atau suatu pemahaman.

1.i.vii. Mental dan pengorbanan

Modal utama seorang pemimpin adalah kesanggupan mental untuk menjadi pemimpin dan kesediaan pengorbanan, baik waktu, harta, maupun jiwa. Karena itu Tidak mesti seorang pemimpin mempunyai kecerdasan yang luar biasa.

1.i.viii. Disiplin waktu

Menjaga agar selalu tepat waktu adalah kehormatan. Selalu untuk tepat waktu, karena kalau tidak tepat waktu akan jatuhlah harga diri kita. Jangan pernah terlambat walaupun sedetik, karena sama saja terlambat semenit atau sejam. Terlambat adalah terlambat.

Dan jika kita terlambat, kita telah mendzalimi orang-orang yang menunggu kita!

1.i.ix. Disiplin kualitas tugas dan prestatif

Dalam etos kerjanya selalu penuh semangat menggebu dan menggelora naluri berbuat dan berkarya. Sama sekali tidak kenal malas dan lelah.

Tindakannya sekecil apapun selalu diupayakan bernilai manfaat yang tinggi dan luas serta sangat terhindar dari aneka bentuk kesia-siaan.

Baginya berkarya tidak hanya sesuai target bahkan kalau bisa lebih baik daripada target. Dia selalu memiliki naluri senang, bahagia dan puas melakukan yang terbaik, tidak mengenal setengah-setengah.

1.i.x. Gesit, sigap, tangkas dan terampil serta fisik yang prima

Memiliki kondisi fisik yang terlatih dengan baik sehingga memiliki sikap dan gerakan tubuh terasa ringan, tangkas, sigap, gesit terlatih dan terampil.

Gerakan yang lamban dan lesu, disamping akan memboroskan waktu juga akan membuat orang lain dongkol.

Kegesitan dapat dilatih secara fisik dengan aturan yang baik dan teratur.

Hal ini akan membuat stamina tubuh meningkat dan mempengaruhi ketangkasan seseorang dalam bertugas, yang tentu ujungnya akan lebih menambah kualitas pekerjaan.

1.i.xi. Aktif dalam kegiatan

Dengan bersikap aktif pertama akan membantu diri kita untuk memahami apa yang tengah diberikan kepada kita dan kedua merupakan tanda bagi orang lain bahwa kita merespon mereka.

Seorang kader dalam belajar harus banyak menjawab dan bertanya. Dalam kegiatan di lapangan ia harus berusaha menjadi yang terbaik! Ia banyak mencoba, menjawab, gesit, terampil, dll.

Pasif adalah diam, membiarkan orang lain saja yang melakukan.

1.i.xii. Aktif melakukan dakwah dan amar ma’ruf nahi munkar

Dilahirkan dari pemahamannya akan tanggung jawabnya dalam dakwah dan menyadari bahwa kehidupannya harus dicurahkan pada Islam, maka ia tidak akan pernah diam dari berdakwah. Setiap kesempatan yang ada akan ia maksimalkan untuk berdakwah. Setiap kemungkaran yang terjadi akan memanggil hatinya untuk melakukan amar ma’ruf nahi munkar. Kesemua itu dilandasi niatnya mencari keridhoan Allah SWT semata-mata.

1.i.xiii. Kesetiakawanan

Seorang kader tidak pernah membiarkan sahabatnya bekerja sendirian. Ia melaksankan hak sahabatnya darinya. Ia menjawab salam, ia mendatangi undangan, ia mendo’akan sahabatnya, ia memberikan nasihat jika diminta, ia tidak menghinakan sahabatnya, tidak menipu, dan tidak mendzaliminya. Ia ikut bersyukur atas kebahagiaan sahabatnya dan ia ikut menanggung beban derita sahabatnya. Ia lebih senang bersama sahabatnya untuk membantu menyelesaikan urusannya daripada beribadah sunnat. Ia tidak bersangka buruk pada sahabatnya. Ia tidak mendengki, tidak membenci, tidak memberi nama jelek, tidak menghina, tidak merusak harta dan kehormatannya. Ia menolong, membela, menutup aib, meringankan kesukarannya, memenuhi hajatnya, menghormati dan menyayanginya dan ia menolak orang yang mengghibah sahabatnya.

“Dari Nu’man bin Basyir, Rasulullah SAW bersabda, “Perumpamaan orang-orang Mu’min dalam saling menyayangi, saling mengasihi dan saling menyintai, laksana satu tubuh, apabila salah satu anggotanya merasa sakit, maka seluruh tubuhnya merasa terganggu, seperti terkena demam dan tidak bisa tidur.”(HR Muslim)

1.i.xiv. Kedewasaan

Pemimpin yang berhasil bebas dari sifat kekanak-kanakan; sikap dan tingkah lakunya adalah pola sikap dan tingkah laku seorang dewasa yang matang dan bertanggungjawab. Dia adalah pribadi yang secara kejiwaan mantap dan mewakili kemantapan jiwanya kepada para pengikutnya. Ciri-ciri kedewasaan : menerima diri sendiri, menghargai orang lain (menghargai apa adanya), mempunyai proporsi yang seimbang (tidak hanya memikirkan diri sendiri), bertanggung jawab, percaya diri, sabar & tidak terburu-buru, tabah & ulet, mampu membuat keputusan, kepribadian terpadu, senang bekerja, berprinsip kuat, memiliki rasa humor.

1.i.xv. Bersemangat dan energik (Pekerja keras)

Seorang kader harus selalu memperhitungkan pemanfaatan detik yang dilaluinya dengan amat cermat dan maksimal untuk menjadi lading pengabdian terbaiknya kepada ALLAH SWT.

Akhirnya ia benar-benar menjadi seorang yang terus menerus bergelora semangat juangnya untuk mengisi setiap detik yang dimilikinya dengan amal-amal dan karya terbaiknya.

Semua dilakukan dengan niat setulus-tulusnya, tanpa kenal lelah.

Baginya rizki terbesarnya adalah dituntun dan diberi kemampuan oleh ALLAH untuk dapat melakukan amal terbaiknya dengan ikhlas bukan hanya masalah imbalan dan balasan.

1.i.xvi. Kemampuan analisa dan kritis (kemampuan planning)

Seorang kader harus memiliki kemampuan untuk menganalisa situasi, kondisi, potensi dan masalah lingkungan di sekitarnya dalam bentuk dan sekala apapun, sehingga dapat membuat perencanaan dan tindakan timbal balik yang positip, memberi manfaat maksimal bagi lingkungan dan mengambil manfaat yang optimal dari lingkungannya.

1.i.xvii. Berani

Berani untuk mencoba sesuatu yang baru. Berani salah dalam belajar. Berani menghadapi rasa takut untuk tetap menegakkan apa yang diyakini. Berani mengambil resiko. Tetapi bukan berani nekad.

1.i.xviii. Kemampuan komunikasi dan jiwa sosial

Sebagian orang dapat menarik perhatian orang lain dan menyampaikan pendapatnya dengan jelas dan spontan sewaktu berbicara. Sebaliknya ada orang yang tidak jelas cara berbicaranya, gagap dan tidak efektif. Dalam masalah ini, seseorang dapat berada pada tingkatan :

- Seorang orator yang luar biasa

- Diatas rata-rata dalam menyampaikan buah pikiran

- Lebih kurang sama dengan kebanyakan orang

- Kemampuan berbicara kurang baik

- Kelemahannya dalam berbicara sangat jelas

Seseorang dapat menduduki posisi kepemimpinan bukan karena kebi-jaksanaan & kepemimpinannya, tetapi karena cara dia menyampaikan sesuatu.

1.i.xix. “Kenakalan”

Terutama masalah kemudahan aksesnya pada orang tua untuk izin keluar rumah atau menginap.

1.i.xx. Mau berkomitmen kepada ROHANI-554

Setiap perjuangan menuntut adanya komitmen dari setiap pelakunya. Tidak ada perjuangan tanpa komitmen. Dan Islam menuntut adanya komitmen dari diri kaum Muslimin, apalagi komitmen dalam amal jama’i. Yang dituntut dari komitmen terutama adalah :

i. Keterikatan (Kesepakatan dari diri anggota untuk bersedia menu-naikan kewajiban-kewajibannya selaku anggota)

ii. Keseriusan (Anggota menyadari bagaimana ia harus memprioritas-kan dakwah ini)

iii. Kesinambungan (Ikatan tidak putus karena berubahnya suatu kondisi)

Setiap manusia adalah pemimpin dan kepemimpinannya dapat meliputi :

· Khalifah di bumi, QS 2:30 ; 6:165; -> 3:110 ; 29:55


§ Manusia lain

§ Keluarga

§ Perempuan, QS 4:34

§ Makhluk Allah lainnya


· Dirinya sendiri, QS 19:95

Yang tidak boleh dijadikan pemimpin :

· Perempuan memimpin laki-laki, QS 4:34

· Orang kafir memimpin orang mukmin, QS. 3:20

Kelemahan pemimpin muncul dari berbagai sebab dan faktor :

Ø Kelemahan dalam kemampuan ideologis secara umum, dimana pemimpin tidak mampu menutupi segi ini serta mengatasi kehausan ideologis para individunya…, atau terkadang mampu dari segi ideologis, tetapi lemah dari segi lain

Ø Kelemahan dalam kemampuan organisatoris.

Kesalahan kepemimpinan :

- Tidak menginformasikan secara jelas

- Kurang mengorganisir

- Tidak mengantisipasi keadaan

- Tidak cepat bereaksi

Seseorang menjadi pemimpin dapat karena :

- kekuasaan

- keahlian

- paksaan

- karisma

Ciri-ciri Manajer yang Kaya/Miskin Akan Pemahaman Manajerial

Pemahaman Manajerial Lemah

Pemahaman Manajerial Baik

Jarang mendiskusikan prinsip manajerial

Sering mendiskusikan prinsip manajerial

Tidak menyadari gagasan tentang gaya manajemen

Berpengetahuan luas tentang gagasan mengenai gaya manajemen

Mengikuti saja cara kepemimpinan yang sedang popular

Mempertanyakan gaya kepemimpinan yang sedang disukai orang

Tidak menganalisis kelemahan sendiri

Menganalisis kelemahan sendiri

Menciptakan suasana kerja yang negatif

Membina suasana kerja positif

Tidak mampu menyalurkan energi

Membebaskan energi yang terhambat

Miskin akan teori yang realistis mengenai motivasi

Mempunyai teori realistis tentang motivasi

Tidak mempunyai pengetahuan tentang gaya kepemimpinan sendiri

Sadar akan gaya kepemimpinan sendiri

Mempunyai gaya kepemimpinan yang sudah baku

Menggunakan gaya berbeda dalam kepemimpinan sesuai dengan kebutuhan

Tidak melakukan tugas dengan baik

Mengambil yang terbaik dari semua orang

Memainkan peran manipulatif sambil memimpin

Mempunyai gaya otentik manajemen

Ciri-ciri Manajer Berkreatifitas Tinggi/Rendah

Kreatifitas manajemen sampai sekarang tidak begitu dihargai tetapi akhir-akhir ini kreativitas manajemen mempunyai nilai dan mungkin tumbuh menjadi semakin penting.

Kreativitas Rendah

Kreativitas Tinggi

Tidak menghargai kreativitas orang lain

Menghargai kreativitas orang lain

Tidak senang merasa tidak pasti

Siap mengalami ketidakpastian

Tidak yakin akan kreativitas sendiri

Yakin akan kemampuan kreatif sendiri

Tidak menyelidiki hambatan kearah kreativitas

Mengetahui hambatan kearah kreativitas

Cenderung tidak menyelesaikan tugas

Tekun melaksanakan tugas

Lebih suka terhadap pendekatan tradisional

Meninggalkan tradisi

Mengalami kecemasan berlebihan

Berusaha mengurangi kecemasan pribadi

Puas dengan kedudukan

Merasa perlu adanya perubahan

Tidak menggunakan kesempatan

Menggunakan kesempatan

Terlalu bersikap kaku terhadap gagasan

Bermain dengan gagasan

Suka terhadap pemecahan konvensional

Suka pemecahan baru

Tidak sistematis dalam pemecahan masalah

Memecahkan masalah secara sistematis

Tidak mengenal sumbang saran

Menggunakan teknik sumbang saran

Sulit memimpin kelompok kreatif

Dapat memimpin kelompok kreatif

Melarang orang mengemukakan pendapat

Membiarkan orang mengeluarkan pendapat

Tidak belajar dari kesalahan

Berusaha belajar dari kesalahan

Menghindari risiko

Mengambil risiko

Beberapa tugas manajemen, seperti pemasaran, riset, pengembangan, pekerjaan artistic dan media, khususnya menuntut kreativitas tinggi. Kreativitas tinggi diperlukan kalau pemecahan yang ada tidak mempunyai potensi atau efektifitas. Walau sebagian besar fungsi manajemen sangat dibantu oleh pendekatan kreatif, hal ini kurang dirasa perlu kalau kegiatan diatur oleh sistim atau proses. Manajer yang pada umumnya mempunyai pekerjaan rutin dan berlandaskan pada organisasi statis umumnya kurang merasa perlu mengembangkan kemampuan kreatif mereka.

Sifat-sifat Manajer yang Mampu atau Tidak Mampu Mengatur Diri

Tidak Mampu Mengatur Diri

Mampu Mengatur Diri

Melalaikan kesehatan fisik

Menjaga kesehatan fisik

Bekerja jauh melebihi jam kerja

Membatasi jam kerja

Hidup secara tidak teratur

Bekerja teratur baik

Tidak mengambil libur

Membuat rencana libur yang menyegarkan

Mengadakan perjalanan secara tidak efisien

Mengadakan perjalanan secara bijaksana

Menyimpan perasaan

Mengungkapkan perasaan

Menghindari pemahaman pribadi

Mencari pemahaman pribadi

Menggunakan waktu secara jelek

Menggunakan waktu dengan baik

Mencoba mengatasi perasaan sendiri

Memanfaatkan perasaan

Tidak tahu akan daya kemampuannya

Tahu akan daya kemampuannya

Melalaikan hubungan yang berharga dengan orang lain

Mengembangkan hubungan dengan yang lain

Tidak dapat menerima suatu kegagalan

Memandang kegagalan sebagai yang tak mesti dialami

Harga diri yang rendah

Harga diri yang tinggi

Selalu mencari persetujuan

Dapat mentolerir pandangan yg tdk disukai

Mengalami ketegangan berlebihan

Menghindari tuntutan yang berlebihan

Mau menerima tantangan yang tidak mungkin dilakukan

Mengatasi dan mengatur tantangan

Kerap kali merasa diri lemah

Biasanya merasa kuat

Melakukan tugas yang terlalu banyak

Melakukan hanya pekerjaan yg dapat diselesaikan

Ciri-ciri Manajer Berkemampuan Tinggi/Rendah Dalam Membina TIM

Membina tim adalah suatu alat manajemen yang positif karena menghasilkan suatu kelompok berenergi tinggi yang kaya sumber, efektif dan responsive.

Kemampuan rendah dalam membina tim

Kemampuan tinggi dalam membina tim

Tidak mempunyai kemampuan kepemimpinan

Kemampuan tinggi dalam memimpin

Tidak taat-asas

Taat-asas

Berpikir anti-tim

Mendukung falsafah tim

Memilih anggota yang tidak memadai

Memilih anggota yang memadai

Tidak mempunyai keikatan terhadap orang lain dalam tim

Keikatan terhadap yang lain dalam tim

Tidak membina suasana positif

Membina suasana positif

Tidak mempunyai perhatian untuk berhasil

Didorong oleh pencapaian hasil

Tidak melihat peran organisasi dengan jelas

Dengan jelas merumuskan peran organisasi

Tidak ada metode kerja yang efektif

Menggunakan metode kerja yang efektif

Tidak merumuskan peran

Merumuskan peran perorangan

Mencampurkan kritik dan bahasan

Membahas tanpa kritik pribadi

Tidak mempedulikan pengembangan perorangan

Mendukung perkembangan perorangan

Mematikan potensi kreatif

Mendorong potensi kreatif

Membiarkan hubungan jelek antar kelompok

Mengembangkan hubungan sehat antar kelompok

Menggunakan ketegangan secara merugikan

Menangani konflik secara konstruktif

Tidak menganjurkan orang mengambil risiko

Mendorong orang untuk mengambil risiko

Menghindari umpan balik pribadi

Mencari umpan balik

Menggunakan waktu dengan tidak baik

Menggunakan waktu dengan baik

Membiarkan standar rendah

Menentukan standar tinggi

Simulasi :

1. MARI MENGGAMBAR

2. TEST KECEPATAN dan KECERMATAN 3 MENIT

MARI MENGGAMBAR

Komunikasi Satu dan Dua-Arah

Tujuan:

3. Peserta memahami dan menyadari bahwa komunikasi dua arah lebih efektif dibanding komunikasi satu-arah

4. Peserta memahami prinsip-prinsip dasar komunikasi antar manusia

Pokok Bahasan :

1. Asas komunikasi antar manusia

  1. Efektifitas dan media komunikasi
  2. Komunikasi satu dan dua arah

TEST KECEPATAN dan KECERMATAN

Waktu : 3 Menit

Kerjakan perintah-perintah berikut ini dengan cepat dan cermat !!

  1. Bacalah terlebih dahulu perintah-perintah berikut ini baik-baik, sebelum Anda mengerjakannya. INGAT : Waktu Anda 180 detik untuk menyelesaikannya.
  2. Tuliskan nama panggilan Anda disudut kiri atas kertas ini
  3. Lingkari tulisan nama tersebut
  4. Dibawah lingkaran tersebut buat gambar kotak kecil tiga buah
  5. Buat inisial nama panggilan anda sebanyak tiga huruf dan masing-masing hurufnya tuliskan pada masing-masing kotak kecil tadi
  6. Dibalik kertas ini hitung sebelas kali tiga kali dua kali dua kali dua kali dua kali dua kali dua
  7. Kalikan hasil diatas dengan 10000 kemudian ditambah 2000
  8. Hasilnya tuliskan disudut kanan atas kertas ini
  9. Jika Anda telah mengikuti seluruh perintah hingga point ini dengan benar, ucapkan : SAYA TELAH MENYELESAIKAN SEMBILAN PERINTAH DENGAN BENAR
  10. Tuliskan di bagian belakang kertas ini bilangan prima yang ada diantara 25 hingga 1. (Dimulai dari bilangan prima yang lebih besar)
  11. Sebutkan bilangan prima tersebut dengan bahasa Inggris.
  12. Lakukan push-up lima belas kali.
  13. Jika Anda adalah yang pertama sampai pada point ini, ucapkan : SAYA MEMIMPIN
  14. Sekarang Anda telah membaca perintah-perintah tadi dengan baik. Yang Anda kerjakan cukup perintah nomor satu, dua dan perintah ini saja. Jika sudah, balikkan kertas ini dan diam
  15. Selamat Bekerja

“Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda (azab)-Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera.” (QS. 21:37)

Sirah :

Perjuangan Kaum Muslimin di Lembah KHAIBAR

Peristiwa itu terjadi pada awal tahun ke-7 Hijrah. Di tempat itu mereka (bangsa Yahudi) mendirikan beberapa benteng yang sangat kokoh. Benteng-benteng itu terletak diatas bukit bercadas yang terjal. Hubungan antara satu benteng dengan benteng yang lain di jalin dengan terowongan tanah yang dibangun dengan sangat rahasia. Bila tidak diamati secara baik pintu untuk menuju ke arah benteng-benteng itu terlalu sulit untuk diketemukan. Air dari mata air yang terdapat disekitar tempat itu dialirkan ke dalam benteng. Nampaklah bahwa kaum Yahudi memang sudah terkenal sebagai arsitek yang ulung dan canggih.

Kelompok-kelompok Yahudi di Khaibar ini merupakan koloni Israil yang terkuat yang paling kaya dan paling besar pula persenjataannya. Kaum muslimin yakin sekali selama Yahudi masih tetap berada disitu, mereka akan tetap menjadi duri dalam daging seluruh jazirah.

Pasukan Islam menyerbu dengan kekuatan seribu enam ratus orang dengan seratus kavaleri muslimin.

Kaum Yahudi menempatkan barikade pasukan panah dan pelempar batu di atas benteng. Mereka bersembunyi di puncak benteng dan melempari pasukan Islam dengan batu dan menghujaninya dengan anak panah. Sekalipun mereka dikenal sebagai pasukan terlatih yang ditakuti, tapi cara-cara mereka yang bersembunyi, sama sekali tidak mencerminkan pasukan jantan.

Pertarungan terus berlangsung dengan sangat sengitnya. Sampailah pada suatu benteng terberat yang bernama Na’im. Di benteng ini selain dipusatkan kekuatan pasukan Yahudi, cadangan makanan dan persenjataan juga dikumpulkan disini.

Begitu beratnya sehingga ummat Islam kehilangan seorang komandannya. Syuhada pertama dijumpai pemimpin Islam dari kalangan anshar. Pemimpin Islam ini meninggal setelah dilempar batu oleh Kinana bin Rabi dari atas benteng.

Hal itu tidak membuat kendor semangat tempur pasukan. Pihak muslimin bahkan memperketat kepungan atas benteng-benteng Khaibar itu dengan lebih gigih lagi. Demikian dengan Yahudi mati-matian mempertahankan dengan keyakinan bahwa kekalahan mereka menghadapi Muhammad berarti suatu penumpasan terakhir terhadap Bani Israil di negeri-negeri Arab.

Sampai beberapa hari penumpasan itu tidak berhasil. Rasulullah kemudian menyerahkan bendera perang kepada Abu Bakar supaya memasuki benteng Na’im. Tetapi setelah terjadi pertempuran ia kembali tanpa berhasil menaklukkan benteng itu. Keesokan harinya pagi-pagi Rasulullah menugaskan Umar bin Khaththab. Tetapi beliaupun mengalami nasib yang sama seperti Abu Bakar.

Sekarang Ali bin Abi Thalib dipanggil Rasulullah seraya berkata : “Pegang bendera ini dan bawa sampai Tuhan memberikan kemenangan kepadamu.” Ali berangkat membawa bendera itu. Setelah berada dekat benteng, penghuni benteng itu keluar menghadapinya dan seketika itu juga pertempuran lanjutan terjadi. Dalam perang tanding antara Ali dengan komandan Yahudi, Harith bin Abi Zainab, Ali dapat membunuh dedengkot Yahudi itu. Nyawa Ali hampir melayang ketika perisai yang ada di tangannya pecah kena pukulan pedang Harith. Setelah menggapai pintu benteng dan menjadikannya sebagai tameng, Ali dapat selamat dari tebasan pedang lawan. Padahal pintu itu begitu kokohnya sekalipun puluhan orang pun mengalami kesulitan untuk menggerakkannya.

Suatu hal yang sangat mengharukan, semangat juang kaum muslimin itu tetap berkobar-kobar sekalipun sudah beberapa hari mereka tidak makan. Bahan makanan yang mereka bawa tidak cukup untuk waktu pertempuran yang berlangsung lebih lama.

Dari peristiwa diatas terlihat, pergantian kepemimpinan mutlak terjadi ketika sebuah permasalahan yang dihadapi memang menghendaki demikian. Bila lawan tangguh sementara kepemimpinan lemah, hanya akan mengorbankan banyak kekuatan. Bila benteng (persoalan) yang dimiliki lawan sangat kuat dan tangguh, pemimpin yang gagal segera digantikan, setelah lebih dahulu diuji untuk mengerahkan segala kemampuan yang dimilikinya.

Komentar»

1. argi - November 14, 2009

ternyata menjadi pemimpin ga’ semudah yang gue bayangin, kebanyakan penguasanya sich.. tp ingsun mau coba dulu kang dari pemimpin keluarga. Syukron

2. Wildan - Februari 11, 2010

halah halah…, teori kepemimpinan yang melimpah, mudah-mudahan kita bisa menerapkan semuanya dengan proporsional.Aminn

3. sahar - Mei 11, 2013

i realy like it
semoga semua yang mendukung penulisan ini, termasuk orang yang beruntung

Roziq - Oktober 2, 2013

sangat brmmfaat dg adnya tlsan ini.trmksh

4. Ahmad Yani - Desember 16, 2013

hanya sekedar masukan aja….kalau bikin makalah itu lebih bagus disertai dengan referensinya/daftar pustaka/catatan kakinya..supaya bisa dipertanggung jawabkan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: