jump to navigation

Manajenen Kreatifitas

1. Creativity

Mengapa kita membutuhkan kreatifitas ?

Yang terpenting adalah untuk memecahkan masalah (problem solving). Terkadang kita membutuhkan ide-ide lain dari yang sudah ada untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Maka kita membutuhkan alat : Kreatifitas !

Apakah kreatifitas itu ?

Sebagian dari kita dapat menjawab bahwa kreatifitas adalah :

Kemampuan menciptakan sesuatu yang baru dari yang telah ada atau sama sekali baru baik berupa benda fisik atau nbenda abstrak (Ide, gagasan, pola pikir, dsb.)

Tidak ada pemaparan tunggal yang secara tepat menjelaskan apa yang kita lakukan saat sedang mencipta. Kita mempunyai banyak peralatan yang dapat digunakan untuk mencipta (sebagaimana kita mempunyai banyak peralatan untuk memasak). Dan mencipta – sebagaimana kita memasak – mengisyaratkan pengetahuan tentang bagaimana dan kapan saat yang terbaik dalam menggunakan alat-alat itu.

Kita akan menjajaki beberapa cara menyenangkan untuk “memasak” ide.

R Mempersiapkan rasa lapar –membuat diri lapar akan ide-ide kreatif

R Mengumpulkan bahan-bahan – cara mengumpulkan ide-ide

R Memotong – cara menganalisis ide

R Mencampur – cara mengkombinasikan ide

R Memasak – teknik berkonsentrasi pada ide

R Membumbui – cara membumbui ide

R Mencicipi – cara mengevaluasi ide

R Mencerna – cara menyerapi ide

Proses kreatif tidak dapat menjadi prosedur tetap. Tapi, dengan teknik-teknik yang diperkenalkan di sini, Anda dapat menciptakan lingkungan yang memungkinkan kreatifitas muncul. Masing-masing tema dalam bagian ini memusatkan perhatian pada aspek-aspek tertentu dari berpikir kreatif. Sekalipun Anda tidak perlu menerapkan semua aspek itu untuk masalah yang Anda hadapi, semakin banyak cara yang Anda miliki untuk memasak ide, semakin inovatif hasilnya ide Anda.

1.a. Rasa Lapar

Salah satu cara agar mental kita dapat menghasilkan ide inovatif adalah dengan membuat mental kita lapar akan ide-ide inovatif, yaitu dengan masuk pada kerangka pikiran kreatif.

Kerangka pikiran kreatif (Creatif mind-set) adalah keadaan fisik, mental dan emosional dimana ide baru dapat mulai bertumbuh, berakar dan beranting. Saat seperti ini, Anda merasakan berada di puncak kreatifitas. Ada yang menyebut saat-saat ini sebagai “otak saya sedang encer”, “saya sedang in the mood”, “saya sedang mendapat ilham”, apapun namanya.

Konteks-pikiran kreatif (creative mind-set) bagi tiap orang berbeda-beda. Namun, setiap orang pernah mengalami saat-saat ketika dia berada di puncak kreatifitasnya.

Dalam bagian kedua ini kita akan menjajaki beberapa cara untuk masuk ke dalam kerangka pikiran kreatif.

Cara-cara memasuki Creativity Mind-Set :

1.a.i. Berkonsentrasi

Perhatian terpecah adalah salah satu hambatan terbesar energi kreatif. Ketika perhatian kita dimasuki masa lalu atau masa depan, kita terhalang untuk memusatkan perhatian pada masa kini, pada saat tersebut.

Salah satu cara untuk mengumpulkan energi adalah dengan mengeluarkan isi pikiran :

Ambil selembar kertas dan secepat mungkin tulis masalah yang muncul di pikiran. Tulis semua hal yang menjadi perhatian Anda. Tidak peduli apakah itu persoalan penting atau remeh. Jika sudah, tetapkan bahwa Anda akan mengurus hal-hal itu pada waktu yang cocok. Kegiatan ini berguna untuk mengurangi kekuatan mereka dalam memecah perhatian Anda.

1.a.ii. Merangsang Pikiran Kreatif melalui Konteks Pemikiran Pemecahan Teka-teki

Leonardo da Vinci menempatkan dirinya ke dalam konteks pikiran kreatif dan menikmati seleranya akan ide-ide hanya dengan cara membiarkan pikirannya berkelana. (dengan memandang dinding yang kotor dengan bercak-bercak … Anda mungkin melihat bayang-bayang dari berbagai pemandangan alam, peperangan, kostum, wajah dan bermacam-macam objek tanpa batas yang dapat Anda reduksi menjadi bentuk yang lengkap dan jelas)

Kita dapat masuk ke dalam konteks pikiran kreatif dengan membiarkan pikiran kita berkelana untuk melihat sesuatu yang tak pernah kita lihat sebelumnya.

Di wilayah kreatif, anak-anak adalah ahlinya. Mereka memandang awan dan melihat kuda nil, monyet dan beruang yang mengawang-awang. Mereka melemparkan kepalan-kepalan Lumpur dan berpikir tentang meteor yang menerjang permukaan planet. Imajinasi anak-anak bergerak dengan bebas, sebab mereka tidak dibatasi oleh peraturan berpikir orang dewasa. Mereka tidak tahu bahwa mereka hanya boleh memberi warna di dalam batas-batas garis.

Untuk banyak orang, cara yang baik untuk merangsang pikiran kreatif ialah dengan masuk ke dalam kerangka piker pemecahan teka-teki. (masalah – kesukaran, persoalan, teka-teki – detekfit Sherlock Holmes)

Banyak perusahaan memahami pentingnya membuat karyawan masuk lebih dulu ke konteks pikiran yang kreatif dan gembira sebelum acara pengumpulan ide. Ruang pertemuan curah-pikiran di pusat penelitian IBM di Bethesda, Maryland, penuh dengan koleksi teka-teki dari potongan logam (seperti Tangram). Para peserta pertemuan bermain dengan teka-teki itu sebelum mulai bekerja.

1.a.iii. Merangsang Pikiran Kreatif dengan pertanyaan

The Night Watch adalah salah satu lukisan Rembrandt yang terkenal. Para kurator museum membuat percobaan sederhana. Mereka meminta pengunjung museum untuk mengajukan pertanyaan mengenai lukisan itu. Mereka lalu menjawab lebih dari 50 pertanyaan, yang diurut berdasarkan popularitasnya.

Berapa biaya perawatan lukisan itu? Pernahkan lukisan itu ditiru? Adakah kesalahan dalam lukisan itu? Mengapa Rembrandt melukis hal ini? Siapa orang-orang yang ada dalam lukisan? Tehnik apa yang pertama kali dikembangkan Rembrandt dalam hasil kerja ini?

Kurator museum lalu menempelkan pertanyaan dan jawabannya di sebuah ruangan tersendiri. Ruangan ini terletak sebelum ruang galeri lukisan, sehingga pengunjung akan melewati ruangan ini sebelum masuk ke galeri.

Hasilnya, lama rata-rata yang digunakan pengunjung untuk melihat lukisan itu naik dari enam menit menjadi lebih dari setengah jam. Mereka mengatakan bahwa pertanyaan-pertanyaan itu mendorong mereka untuk memperhatikan lebih lama, lebih dekat dan mengingat lebih banyak. Pertanyaan-pertanyaan itu membantu mereka memunculkan ide yang lebih kaya mengenai lukisan itu serta memandang lukisan itu dengan cara baru.

Pertanyaan-pertanyaan membuat orang masuk ke dalam kerangka pikir “siap belajar” dengan merangsang rasa ingin tahu

Kegiatan sederhana menghadapi pertanyaan merupakan cara hebat dan luar biasa untuk membuka bakat kreatif Anda. Pikiran Anda secara alami cenderung ingin menjawab pertanyaan. Jika pertanyaan itu berarti dan relevan, pertanyaan itu akan semakin menarik dan memikat.

Dari sudut pandang kreatif, salah satu pertanyaan awal yang terbaik adalah pertanyaan pembuka.

Dengan cara apa saya dapat _______ ?

Saya membutuhkan ide untuk _______ ?

Isilah garis kosong dengan tantangan yang dihadapi. Anda mungkin bertanya, “Dengan cara apa saya dapat belajar dengan lebih efektif?”, “Dengan cara apa saya dapat memperoleh pengalaman sebanyak-banyaknya di SMP ini?”, dan selanjutnya. Pertanyaan pembuka tidak menanyakan satu pemecahan, tapi banyak pemecahan.

Mengajukan pertanyaan pembuka agak mirip dengan mencoba sebuah jaket. Anda mencoba satu per satu, merasakan “enaknya” dari segi ukuran, kualitas dan pas tidaknya. Hal pertama yang Anda coba belum tentu hal yang terbaik. Coba rumus baru, mengganti kata sampai Anda mendapatkan pertanyaan yang benar-benar tepat, yaitu pertanyaan yang memberi sasaran.

Semakin lama Anda menghabiskan waktu untuk memikirkan pertanyaan pembuka Anda, semakin besar kesempatan Anda untuk memberi sasaran yang jelas bagi pikiran Anda. Dan sebaliknya, semakin singkat Anda menghabiskan waktu untuk membuat pertanyaan pembuka, semakin berkurang kemungkinan mendapatkan apa yang benar-benar Anda cari.

Tantangan sangat dibutuhkan untuk ide kreatif Anda. Dengan menetapkan tantangan Anda seluas mungkin pada pertanyaan pembuka, Anda menempatkan diri pada tempat tertinggi.

1.b. Mengumpulkan Bahan – Mengumpulkan Ide

Untuk memasok dapur mental, Anda perlu mengumpulkan ide. Anda tidak dapat memasak makanan di dapur yang kosong. Perkembangan ide tidak terjadi di ruang hampa. Perkembangan ide terjadi di dunia pengalaman nyata, emosi murni dan fakta yang kokoh. Pikiran kreatif selalu membutuhkan pengalaman baru.

Cara terbaik untuk mendapatkan ide yang bagus adalah mendapatkan ide yang banyak.

Cara-cara mengumpulkan ide :

1.b.i. Cara Mengejar Kuantitas dengan Menentukan Kuota Ide

Kejarlah kuantitas dengan menentukan sendiri kuota yang harus dipenuhi. Jika Anda menentukan kuota sebanyak enam ide setiap hari selama seminggu, Anda melatih keluwesan mental. Seperti rutinitas “melentur-lenturkan” apapun, pada awal terasa sulit, tetai dalam waktu sekejap Anda akan mengembangkan momentum dan ide baru akan menggelinding masuk sebagaimana sebuah ide akan memicu ide berikutnya.

Menentukan kuota ide untuk diri sendiri akan mendorong Anda aktif mengumpulkan ide daripada sekedar menunggu ide itu muncul. Anda mungkin terpaksa mengumpulkan ide absurd dan aneh untuk memenuhi kuota Anda, tetapi siapa tahu Anda akan mendapatkan ide bagus yang akan muncul dalam pikiran berikutnya.

Sebagai latihan, cobalah ini :

· Temukan lima cara untuk mengurangi kebiasaan mencontek

· Kumpulkan lima cara untuk membuat fisik Anda lebih segar

· Pastikan lima tindakan yang dapat Anda lakukan untuk membuat waktu perjalanan ke sekolah Anda lebih produktif

1.b.ii. Cara Brain Storming Visual

Salah satu cara hebat untuk menggali permata ide Anda ialah dengan melakukan curah pikiran secara visual (visual brainstorming). Di bagian tengah selembar kertas kosong, tulislah sebuah kata yang ada di pusat ide Anda. Anggaplah kata ini kata utama. Lalu, tulislah di luar kata tersebut semua hal yang mungkin relevan dengan topik itu, yaitu fakta, kesan atau citra-citra. Tulislah semuanya di dalam lingkaran-lingkaran kecil yang saling berkait dengan lingkaran kata utama. Ciptakan struktur gambar yang mengilustrasikan ide Anda secara grafis.

Curah-pikiran secara visual (visual brainstorming) memberi Anda kesempatan untuk membiarkan ide bergerak liar: Anda dapat membuat cabang-cabang ke arah manapun, mengikuti asosiasi atau pertalian hubungan apapun, mengait-ngaitkannya langsung berdasarkan intuisi Anda. Anda tidak perlu mengikuti alur atau rencana yang telah ditentukan sebelumnya. Begitu pikiran-pikiran masuk ke dalam kesadaran Anda, tulislah segera. Santaikan semua keinginan untuk mensensor atau menahan ide.

Secara sistematis, visual brainstorming adalah sebagai berikut :

Langkah pertama

Di bagian tengah selembar kertas, tuliskan kata atau kalimat yang mengungkapkan ide yang ingin Anda pikirkan. Gunakan beberapa menit untuk merenungkan subjek itu.

Langkah kedua

Buatlah skema ide dimulai dengan kata tersebut. Tuliskan asosiasi-aosiasi secepat asosiasi itu muncul di benak Anda. Pakailah skema Anda untuk menyusun ide dan pikiran Anda. Teruskan menulis sampai Anda kehabisan ide.

Langkah ketiga

Biarkan pikiran Anda terfokus pada satu pokok pikiran yang besar. Jika Anda menskemakan ide, misalnya, mengenai komunikasi di kantor, maka pikirkanlah ciri-ciri suatu komunikasi, apa artinya dan untuk apa komunikasi ada. Lalu pusatkan pikiran pada perinciannya, detail-detailnya. Detail apakah yang spesifik, kongkret, dapat diukur, yang berkaitan dengan ide Anda ?

Langkah keempat

Jika Anda merasa pokok pikiran itu sudah tergali semua, pilihlah tiga ide kunci dari skema Anda. Rumuskan masing-masing menjadi suatu pernyataan masalah, suatu pemahaman, atau suatu pendekatan. Simpanlah untuk dimanfaatkan di masa datang.

Curah pikiran adalah keterampilan yang berkembang melalui latihan. Tuliskan hubungan dan kaitan sebanyak mungkin yang bisa didapat dari suatu kata itu. Lakukanlah dengan cepat. Terbukalah terhadap saran apapun yang masuk ke dalam pikiran. Tulis terus.

1.b.iii. Cara Brainstorming Kelompok

Pertemuan curah pikiran umumnya diadakan oleh fasilitator, seseorang yang tidak menambah jumlah ide yang dikumpulkan, tetapi mengelola aliran ide. Fasilitator memimpin kelompok untuk mencurahkan ide sebanyak mungkin dan mengembangkan dinamika kelompok yang sehat.

Sebuah pabrik piring makan mendapat masalah. Piring mere-ka dikemas dalam kardus bersama dengan Koran bekas se-bagai pelindung. Kerja para karyawan pembungkus semakin lama semakin lambat karena mereka asyik membaca dan melihat gambat di Koran itu. Efisiensi kerja mereka turun sekitar 30 persen. Manajer mencoba memberi bonus agar perhatian mereka terpusat pada tugasnya, tapi setelah beberapa jam atau hari, setiap orang mengambil koran dan membacanya lagi.

Dalam acara brainstorming, manajer mengusulkan beberapa pemecahan: mengganti koran dengan koran berbahasa asing – tapi di mana mereka mendapatkan koran ini dalam jumlah besar? Atau, gunakan bahan lain – tapi koran itu gratis dan mereka tidak punya anggaran khusus untuk itu. Hadiah bonus untuk jumlah piring yang dibungkus – sudah gagal. Lalu salah seorang manajer mengatakan, “Bagaimana jika kita menutup mata karyawan pembungkus?” Meskipun usul ini terdengar konyol, tapi akhirnya melahirkan ide untuk mengontrak orang buta. Para pembungkus tuna netra lebih mudah mengerjakan tugasnya tanpa terpecah perhatiannya. Perusahaan juga menyumbangkan pelayanan masyarakat yang berharga dengan membuka lapangan pekerjaan untuk mereka yang tuna netra.

Berikut ini beberapa petunjuk untuk berhasil dalam acara curah-pikiran :

Kumpulkan ide sebanyak mungkin

Sebuah kelompok menghasilkan lebih dari 150 ide. Ide itu seperti bibit. Tidak semuanya akan hidup dan bertumbuh. Jadi Anda perlu menanamnya sebanyak mungkin.

Kumpulkan ide-ide yang berbeda

Sebuah kelompok menciptakan iklan televisi yang dirancang agar orang tidak menonton televisi. Mereka membagi-bagikan brosur. Mereka menganjurkan pertemuan yang memungkinkan orang bersosialisasi dan mendiskusikan akibat buruk televisi. Semakin gencar membicarakan berbagai kemungkinan, semakin tinggi kesempatan untuk merebut pengaruh baru. Seringkali hambatan ke arah pemecahan kreatif adalah pikiran sempit yang terpusat dalam satu kerangka pikir. Mereka yang menggabungkan beberapa kerangka pikir dan membuat hubungan antara kerangka-kerangka pikir itu akan lebih mampu membuat terobosan kreatif.

Tetap santai

Ide lebih banyak dihasilkan orang pada saat mereka gembira. Mere-ka merasa bebas untuk mengatakan sesuatu atau memutar-mutar ide orang lain. Salah satu peserta mengusulkan untuk memasang kunci di televisi, menyebabkan peserta lain berpikir untuk memasang pengatur waktu (timer) pada saklar TV, menyebabkan peserta ketiga berpikir untuk menetapkan biaya tontonan, menye-babkan peserta keempat mengusulkan untuk memberi pajak sesuai lama menonton televisi. Gaya kerja yang fleksibel sangat memperbe-sar kesempatan sebanyak-banyaknya menghasilkan ide-ide kreatif. Sikap santai memberi kesempatan pada ide setengah matang untuk mengarungi batas kesadaran Anda.

Jangan menilai

Kita biasanya menganggap penilaian sebagai kritik negatif. Dan kita semua pernah mengalami bahwa ide kita dihancurkan sebelum sempat dikembangkan. Kritik negatif menghalangi arus ide yang be-bas. Saat mengumpulkan ide dan opini baru, ingatlah bahwa peni-laian menghentikan aliran dan irama. Sadarilah bahwa ide baru itu seperti gelembung rapuh. Gelembung itu bisa meletus ditusuk senyuman sinis dan ejekan, atau diletuskan oleh komentas sarkastis atau wajah pesimis.

Tulis semuanya

Pilihlah satu orang penulis untuk kelompok Anda. Tulis sehingga setiap peserta dapat melihat setiap ide. Dengan cara ini, peserta dengan mudah dapat menambahkan dan mengubah ide-ide yang sudah tertulis di sana.

Jadilah orang nakal

Pergilah mencari ide-ide aneh. Seringkali ide terbaik muncul dari ide paling aneh. Ide seorang peserta untuk meledakkan televisi dapat mengarah ke ide tombol pemicu bom, yang kemudian mengarah ke ide sebuah alat yang harus digenggam terus oleh penonton televisi. Jika alat itu dilepaskan oleh penonton, televisinya akan mati (seolah-olah bomnya diledakkan). Tujuan dari pertemuan kelompok adalah mengumpulkan ide sebanyak mungkin. Anda akan mempunyai banyak waktu untuk menyortir dan menilainya kemudian

Menilai

Jika tiba saatnya untuk memilih ide khusus atau mempersempit fokus perhatian kelompok hanya pada ide-ide terbaik, mintalah para peserta dengan menggunakan spidol memilih tiga ide terbaik (menurut mereka masing-masing) yang tertera di lembaran-lembaran kertas itu. Dengan sangat cepat Anda akan mendapatkan ide-ide yang paling popular.

Brainstorming kelompok menjadikan Anda “bermain-main”, keadaan santai yang bebas di mana ide mengalir tanpa hambatan. Anda tidak berharap untuk menggunakan setiap ide yang ditemukan atau dihasilkan. Tetapi Anda benar-benar mempertimbangkan isi setiap ide. Dari seratus ide, sembilan puluh sembilan diantaranya mungkin bukan ide yang bagus, tetapi ide yang ke 100 mungkin akan mengubah dunia.

1.b.iv. Rangsanglah sikap tertarik untuk mencari ide

“Biasakanlah diri Anda untuk selalu mencari ide-ide yang baru dan menarik, yang telah sukses digunakan orang lain. Ide Anda harus asli hanya dalam hal pengadaptasian ide itu ke permasalahannya yang sedang Anda hadapi.

“Setiap orang yang benar-benar kreatif di bidang periklanan selalu mempunyai dua ciri yang patut dicatat. Pertama, dia mudah tertarik pada semua hal, misalnya saja, mulai dari tata-cara penguburan Mesir sampai ke seni modern. Setiap aspek kehidupan mempesona dirinya. Kedua, dia adalah pengamat luas. Bagi orang iklan :tidak ada informasi, tidak ada kreasi”

1.b.v. Simpan ide Anda !

Sesudah Anda membeli bahan-bahan makanan sebagai persediaan memasak, Anda menyimpannya dengan teratur. Tindakan ini untuk menjaga agar bahan-bahan itu tetap segar dan untuk mengetahui di mana tempatnya ketika dibutuhkan.

Pembuat ide yang terampil menyimpan ide-idenya secara sistematis di dalam berjilid-jilid buku harian.

Buku harian ide adalah satu-satunya obat untuk ingatan yang mudah salah. TULISLAH ATAU ANDA MELUPAKANNYA !

Orang sebaiknya membawa pensil di saku dan menuliskan pikirannya pada saat-saat pikiran itu melintas. Pikiran yang datang tanpa dicari biasanya justru pikiran yang paling bernilai, dan seharusnya disimpan dengan aman, sebab jarang datang kembali.

Dengan menambah simpanan ide Anda tiap-tiap hari, pikiran Anda akan tetap berkomitmen pada eksplorasi.

Anda tidak akan menyadari berapa banyak ide bagus yang Anda miliki sampai Anda mencatatnya.

Leonardo da Vinci mempunyai buku catatan yang mengagumkan untuk menyimpan sketsa-sketsa, penemuan-penemuan hasil pengamatan atas alam, dan ide-ide filsafatnya. Hasratnya dalam menjaga buku-buku itu begitu kuatnya sehingga dia menguasai seni “menulis mundur” misalnya: kata “menulis mundur” ditulisnya “kilabret silunem”. Hal ini dilakukannya untuk melindungi ide-ide inovatifnya dari musuh.

1.c. Memotong Bahan – Menganalisis Ide

Untuk menciptakan ide baru, identifikasi unsur-unsurnya dan pusatkan perhatian pada masing-masing unsur satu per satu. Hal ini membantu untuk menjernihkan informasi. Secara individual, tiap-tiap perubahan pada masing-masing bagian itu mungkin bukan perubahan yang penting, namun secara bersama-sama, keseluruhan perubahan menghasilkan evolusi yang mengagumkan.

1.c.i. Identifikasi Unsur

Kita biasanya memikirkan suatu masalah sebagai satu kesatuan yang solid. Untuk menciptakan ide baru, identifikasi unsur-unsurnya dan pusatkan perhatian pada masing-masing unsur itu satu per satu.

Perhatikan beberapa unsur kamera :

µ Mekanisme pemutar film

µ Jarak ketajaman lensa

µ Pegangan kamera

µ Pengukur cahaya

µ Bukaan lensa

µ Kecepatan bukaan

µ Lampu kilat

µ Film

Untuk menciptakan mobil yang lebih baik, pusatkan perhatian pada masing-masing unsur dan coba kembangkan masing-masing bagian itu. Ajukan pertanyaan pada diri sendiri, “Dengan cara apa kamera ini dapat dikembangkan?” dan “Apakah kamera ini memang benar-benar harus begini?”

Lebih dari 20 tahun terakhir, pabrik kamera Jepang berlomba-loma menyempurnakan kamera. Mereka telah mengembangkan kemajuan-kemajuan berikut :

Motor Drive, sebuah mesin tambahan yang dipasang dibawah kamera. Fungsinya untuk menggulung film secara otomatik selama tombol pelepas (shutter) kita tekan.

Lensa berfokus otomatis, yang secara elektronik mampu menghitung jarak objek dengan mengirim sinyal inframerah atau memakai analisis ketajaman sehingga diperoleh titik focus terbaik

Lensa zoom, yang memungkinkan fotografer mengambil gambar jarak dekat atau gambar jarak jauh tanpa mengganti lensa

Desain tubuh kamera yang baru, desain yang baru ini mirip dengan desain kamera film-gerak (movie film) yang cukup dipegang satu tangan saja.

Desain pengukur cahaya yang baru menggunakan mikroprosesor untuk menghitung pencahayaan secara otomatis.

Lensa plastik, yang lebih ringan dan murah pembuatannya

Bukaan lensa yang bergerak vertical di atas permukaan film. Membuka ke atas dan menutup kembali ke bawah. Gerak ini lebih cepat daripada system sebelumnya yang bergerak horizontal, dari kiri ke kanan.

Lampu kilat yang menyatu dengan kamera secara otomatis menyala jika cahaya pemotretan kurang.

Banyak jenis film yang memungkinkan fotografer memilih hitam-putih, warna atau slide. Teknologi baru bahkan menyingkirkan film sama sekali, yaitu kamera digital. Kamera digital memproduksi gambar digital yang dapat diproses dengan komputer.

Jika Anda mengembangkan kamera dengan memandangnya sebagai kesatuan tunggal, Anda mungkin tidak melihat atau mengabaikan beberapa kemajuan untuk mengembangkannya. Kemajuan seperti apa yang dapat Anda capai bila Anda mengembangkan semua hal tapi mengabaikan lensa, baterai atau beratnya ?

Pikirkan bagaimana Anda membagi masalah besar ini menjadi bagian-bagian yang lebih kecil :

• Mengembangkan pelaksanaan mentoring

• Mengajari adik agar senang shalat berjamaah di masjid

• Memutuskan cara terbaik untuk dapat rutin melaksanakan qiyamullail

1.c.ii. Melihat dari Sisi Berlawanan

Seringkali kita menghasilkan ide baru dengan melihat dari sisi yang berlawanan. Kita juga mengetahui apa yang kita inginkan sesudah kita menetapkan apa yang tidak kita inginkan.

Misalnya Anda membuat peta ide untuk mengurangi budaya pergaulan bebas, Anda dapat membuat ide tentang hal yang berlawanan misalnya cara menyebarluaskan budaya pergaulan bebas agar semua orang melakukan pergaulan bebas.

1.c.iii. Membuat Fungsi Baru

Perusahaan milik Ralph Stayer memproduksi sosis. Ketika perusahaannya mundur, Stayer memperhatikan produknya dengan cermat. Dia memperhatikan perusahaannya mengklasifika-sikan sosis berdasarkan cara membuatnya. Saat mendapat inspirasi, Stayer menyarankan agar mengklasifikasi ulang sosisnya berdasarkan cara orang memakannya. Dia mengajukan pertanyaan berikut, “Dengan apakah orang memakan sosis ketika makan pagi?” Banyak orang suka memberi sirup mapel ke atas sosis ketika sarapan pagi. Perusahaan mulai mem-produksi dan memasarkan sosis yang sudah diberi sirup maple untuk jenis sosis makan pagi.

Stayer juga menemukan bahwa sebagian orang suka makan sosis dengan anggur merah Itali, maka dia membuat sosis dengan rasa anggur merah Itali. Ide Stayer membangkitkan kembali perusahaan sosisnya. Tidak lama kemudian, dia berhasil menguasai pangsa pasar terbesar, meskipun harga produknya paling mahal

Seringkali, hambatan terhadap pemeca-han kreatif adalah cara pandang yang sempit di dalam kerangka pikir tunggal. Orang yang dapat mengkombinasikan beberapa kerangka pikir dan menemukan hubungannya akan lebih mudah menghasilkan terobosan berpikir. Cara kita me-mahami dan mengelompokkan ide sangat mempengaruhi cara kita dalam memecah-kan suatu masalah. Pemikir lateral berusaha memahami beberapa pola sebelum mengatasi suatu masalah.

1.c.iv. Melihat Sudut Pandang Orang Lain

Membalik pikiran ke sudut pandang baru, atau melihat sesuatu dengan cara yang tidak dilihat orang lain, adalah inti imajinasi kreatif. Penemuan segar ini sering menyederhanakan permasalahan rumit.

Bagaimana kita mengubah sudut pandang? Salah satu cara yang baik ialah dengan membayangkan bagaimana orang lain menanggapi suatu subjek.

Pilihan sudut pandang Anda tidak ada batasnya.

Contoh :

Anda ingin membuat kegiatan Outbond Training

Pertama, Daftarkan tiga orang yang terlibat dalam masalah tersebut (mis. : panitia, peserta dan sekolah [izin])

Kedua, Paparkan masalah dari sudut pandang mereka masing-masing

Mis :

Panitia : mendukung/tidak mendukung, sedang sibuk/tidak, dll

Peserta : tertarik/tidak, ada bentuk kegiatan lainkah yang lebih mereka sukai?, dll

Sekolah : tanggapannya positif/tidak

Ketiga, tuliskan cara pemecahan masalah menurut mereka masing-masing

1.d. Mencampur Bahan – Mengkombinasikan Ide

Sesuatu yang baru hanyalah modifikasi dari sesuatu yang sebelumnya ada. Mencampur adalah apa yang kita kerjakan saat menghubungkan dua hal (atau lebih) untuk menghasilkan kombinasi baru.

Tindakan mencampur telah menghasilkan hasil ciptaan yang revolusioner :

Ø Mesin cetak Gutenberg (campuran mesin peras anggur dengan mesin pelubang uang logam)

Ø Band-Aids (kasa tipis dan plester pembedahan)

Menemukan hubungan antara dua hal yang tampaknya tidak berkaitan adalah inti pencampuran ide. Pikiran kita selalu menghubungkan jenis informasi yang berbeda-beda.

1.d.i. Menghubungkan objek

Cara lain untuk mendapatkan saripati kreatif Anda adalah dengan memilih objek akrab seperti pensil. Bayangkan bagaimana pensil kayu yang umum dapat menuntun ke ide baru peningkatan karier.

Bayangkan bagaimana Anda menghubungkan ide berikut :

1 Buku dan peningkatan kualitas markas

1 Mesin ketik dan ide menyempurnakan proses ta’lim kelas

1 Jam dan ide untuk mengajak setiap muslim untuk sholat tepat waktu

1.d.ii. Membuat variasi

Penemu dan innovator seringkali membuat sesuatu berdasarkan apa yang telah dikerjakan orang lain.

Misalnya pengembangan teleskop :

· Tahun 1609, Hans Lippershey, pembuat kacamata Denmark memegang satu lensa di depan satu lensa yang lain dan menemukan bahwa keduanya memperbesar (dan membalik) citra

· Tahun 1659, Johannes Hevelius memperpanjang teleskop sampai 50 meter untuk mendapatkan citra yang lebih besar dan mencegah abrasi kromatis (terpecahnya cahaya dalam warna pelangi)

· Beberapa tahun kemudian, Robert Hooke memperpendek tabung teleskop dengan menggunakan cermin datar untuk memantulkan cahaya ke depan dan ke belakang beberapa kali

· Tahun 1668, Isaac Newrton membangun teleskop yang menggunakan pengumpulan cahaya dari cermin cekung dan bukan lensa.

· Seorang pemahat Prancis, Monsieur Cassegrain mengembangkan rancangan Newton dengan dua cermin cekung.

Jika suatu waktu imajinasi Anda benar-benar kosong, ambil sesuatu yang sudah ada dan ubahlah.

Tahun 1901, penemu Hubert Cecil Booth mengunjungi pameran inovasi di panggung musik London. Seorang penemu Amerika (namanya tidak tercatat dalam sejarah) memperlihatkan mesin ajaib yang menghilangkan debu dari karpet. Mesin itu meniupkan angin – dan membuat semua orang di enam baris pertama terbatuk. Setelah demonstrasi, Booth menemui orang tersebut dan menganjurkan seharusnya mesin itu menghisap, bukan meniup. Orang itu menjawab, “Menghisap? Menghisap tidak mungkin!” dan bergegas keluar ruangan. Booth kemudian dicatat sebagai penemu vacuum cleaner (mesin penyedot debu).

1.e. Memasak Bahan – Berkonsentrasi pada Ide

Memasak bahan berarti kita melalui masa-masa “kacau” dan pusing kepala setelah kita memasukkan kedalam kepala berbagai informasi dan memikirkan berbagai alternatif.

Mungkin cerita yang paling banyak dikutip mengenai penemuan berdasarkan ilham adalah cerita mengenai Archimedes yang diminta Raja Hieron II untuk membuktikan apakah mahkota kerajaan terbuat dari emas murni ataukah dari campuran emas dan logam yang lebih murah. Archimedes memikirkan masalah itu selama beberapa minggu. Suatu hari, ketika ia mandi di tempat mandi umum, dia memasukkan tubuhnya ke dalam bak mandi, dan air segera meluap keluar bak – dan pemecahan masalahnya muncul dalam sekejap. Archimedes dapat mengukur volume mahkota dengan memasukkannya ke dalam air. Dia lalu membandingkan volume mahkota itu dengan emas murni yang bervolume sama.

Archimedes begitu bersemangat dengan penemuannya, dia berlari telanjang melewati jalan-jalan sambil berteriak “Eureka! Saya sudah menemukan jawabannya!” Akhirnya, dia dapat membuktikan bahwa mahkota itu dibuat bukan dari emas murni

Dalam beberapa hal ilham tidaklah spontan atau kebetulan. Kita dapat dengan sengaja untuk mendapatkan pemahaman.

Faktanya, lompatan-lompatan imajinasi datang kepada mereka yang mempersiapkan pikirannya dan yang membuat upaya untuk mencari.

“Inspirasi tiba-tiba ini … tidak pernah terjadi kecuali setelah beberapa hari berusaha menemukan dan tampaknya sia-sia dan tak ada sesuatu yang baik akan terjadi. Namun upaya itu sebenarnya sudah menghidupkan mesin ketidaksadaran kita, dan tanpa usaha-usaha itu mesin ini tidak akan pernah bergerak dan menghasilkan sesuatu.”

Mencari-cari, menganalisis dan menghubung-hubungkan adalah tindakan yang mempersiapkan pikiran bagi datangnya pemahaman. Jika Anda mengurangi upaya-upaya itu, Anda juga mengurangi kemungkinan mendapatkan hasil-hasil kreatif.

1.f. Membumbui – Membumbui Ide

“Kita bisa menghidupkan semangat penemuan dengan memberi kepada diri sendiri kebebasan untuk memikirkan hal yang tidak konvensional dan mencari kemungkinan dari yang tidak mungkin.”

Sebuah pabrik piring makan mendapat masalah. Piring mereka dikemas dalam kardus bersama dengan Koran bekas sebagai pelindung. Kerja para karyawan pembungkus semakin lama semakin lambat karena mereka asyik membaca dan melihat gambat di Koran itu. Efisiensi kerja mereka turun sekitar 30 persen. Manajer mencoba memberi bonus agar perhatian mereka terpusat pada tugasnya, tapi setelah beberapa jam atau hari, setiap orang mengambil koran dan membacanya lagi.

Dalam acara brainstorming, manajer mengusulkan beberapa pemecahan: mengganti koran dengan koran berbahasa asing – tapi di mana mereka mendapatkan koran ini dalam jumlah besar? Atau, gunakan bahan lain – tapi koran itu gratis dan mereka tidak punya anggaran khusus untuk itu. Hadiah bonus untuk jumlah piring yang dibungkus – sudah gagal. Lalu salah seorang manajer mengatakan, “Bagaimana jika kita menutup mata karyawan pembungkus?” Meskipun usul ini terdengar konyol, tapi akhirnya melahirkan ide untuk mengontrak orang buta. Para pembungkus tuna netra lebih mudah mengerjakan tugasnya tanpa terpecah perhatiannya. Perusahaan juga menyumbangkan pelayanan masyarakat yang berharga dengan membuka lapangan pekerjaan untuk mereka yang tuna netra.

Cobalah membuat variasi (membumbui) ide yang telah dimasak. Mungkin Anda dapat membuat ide itu menjadi lebih lezat.

1.g. Mencicipi – Mengevaluasi Ide

Evaluasi berarti memberi kritik dan perhatian cermat serta memutuskan apakah sesuatu berjalan sebagaimana yang Anda inginkan.

Jika sesuatu itu bagus, letakkan di atas pada daftar ide aktif.

Jika tidak terlalu baik, letakkan pada prioritas lebih rendah.

Dimanapun ide ditempatkan, penilaian harus tetap memungkinkan penemuan kemungkinan baru, penyesuaian dan penggabungan dan penggabungan ulang pilihan-pilihan.

1.g.i. Dua pendekatan dasar dalam membuat penilaian.

Pendekatan pertama adalah pendekatan logis, pendekatan dengan otak kiri, di mana kita membandingkan hasil dengan tujuan. Jika ada banyak pilihan memenuhi tujuan kita, kita berada di jalur yang benar. Jika tidak, kita harus mencari kemungkinan baru. Dalam proses ini, kita membutuhkan kritik, membuat rencana untuk perbaikan masa depan, dan menilai di mana tingkat kerja kita.

Pendekatan kedua adalah pendekatan intuitif, pendekatan dengan otak kanan, di mana kita percaya pada perasaan kuat dan yakin pada indera keenam. Kita akan menjalankan sebuah ide (atau tidak menjalankannya) sebab ide itu rasanya benar (atau rasanya selah.)

Kita harus menggunakan keduanya.

Dengan intuisi kita menemukan dan dengan logika kita membuktikan.

1.g.ii. Menikmati kegagalan

Hal terpenting yang dapat dilakukan ialah memberi hak kepada pikiran kreatif untuk melakukan kesalahan. Hanya melalui kegagalan dan percobaan kita dapat belajar dan berkembang.

Bagi individu kreatif, kegagalan hanyalah fakta hidup mendasar. Hal yang membedakan ialah tanggapan orang terhadap fakta itu.

John Salk, yang menemukan vaksin polio yakin, bahwa dia berada dalam jalur yang salah lebih dari 98 persen waktunya.

Thomas Alfa Edison mencoba dua ribu cara yang gagal untuk membuat lampu pijar.

Namun tak satupun dari mereka yang menyerah. Individu kreatif yang tangguh dapat menghadapi kegagalan tanpa kehilangan ketekunannya.

Mereka mencatat kegagalan mereka, mempelajarinya dan membuat penyesuaian sampai mereka mendapatkan produk yang diinginkan.

1. Creativity

Yaitu kemampuan menciptakan sesuatu yang baru dari yang telah ada atau sama sekali baru baik berupa benda fisik atau benda abstrak. ide, gagasan, pola pikir, dsb)

Hidup kini menghadapi tantangan-tantangan yang belum pernah ada sebelumnya dan menghadapi tantangan-tantangan ini memerlukan pemikiran, wawasan dan inovasi yang kreatif.

Kreativitas dibutuhkan karena :

· tantangan

· persaingan

· tuntutan

· kebutuhan (akan penghargaan)

· ingin ada perubahan (rasa tidak puas)

· masalah yang timbul

· keinginan untuk berbeda

Kita semua adalah makhluk kreatif, tetapi saat kita lalai mempraktikkan kreativitas kita secara rutin, ia akan lumpuh.

Tidak seperti orang dewasa, anak-anak menjadikan keterampilan berpikir kreatifnya sebagai suatu kegiatan rutin. Mereka selalu mengamati dan bertanya, dan pertanyaan favorit mereka adalah “Mengapa?”. Kadang-kadang, tampaknya mereka tidak percaya pada apa pun yang dikatakan oleh orang dewasa sampai mereka mengujinya sendiri dan mengambil kesimpulan sendiri. Nantinya, anak-anak belajar untuk mengikuti aturan orang dewasa dan menerima informasi tanpa mempermasalahkan-nya lagi.

Saat Anda beranjak dewasa, dengan belajar membatasi perilaku Anda, Anda memperbesar peluang agar diterima dalam masyarakat – tetapi dengan demikian Anda juga membatasi kreativitas Anda.

Anda melakukan segala kegiatan agar berjalan dengan lebih baik, itulah kreativitas. Dan pelbagai aktivitas ini merupakan awal yang baik untuk membangun kemampuan berpikir kreatif Anda.

Pemikiran kreatif berawal dari lingkungan yang benar, yang dibangun atas kepercayaan dan keamanan. Lingkungan yang melibatkan proses kreatif dalam perencanaan dan solusi masalah, dan menyuburkan pemikir kreatif. Untuk memaksimalkan pikiran kreatif, Anda harus menciptakan suatu lingkungan yang mendukung cara berpikir kreatif.

Jika seseorang khawatir ide-idenya akan ditertawakan, atau dicuri atau bahkan diabaikan sama sekali, ia tidak akan mau bersuara dan menceritakan ide cemerlangnya.

Kotak saran adalah cara kuno, tetapi ia masih dapat melahirkan pemikiran kreatif. Beberapa perusahaan besar mendukung pemberian saran sebagai satu cara untuk menemukan teknik-teknik pemotongan biaya. Jika ide seorang karyawan berhasil, dia diberi hadiah berupa tabungan.

Di Hawthorne/Stone kebijakan kami adalah memilih ide baru setiap hari Senin dan mencoba-nya selama seminggu. Setiap orang bisa mengusulkan cara-cara untuk melakukan sesuatu agar menjadi lebih baik, tetapi kami semua harus sepakat memberikan 100 persen komitmen untuk mencoba ide itu, terlepas dari pendapat pribadi kami mengenai hal itu. Pada akhir minggu, kami akan memutuskan untuk meneruskan atau tidak pelaksanaan ide baru tsb, bergantung pada kesuksesannya.

Cara Menjadi Seorang Pemikir yang Kreatif :

1. Mereka Mengupayakan Sesuatu yang Dapat Bekerja dengan Lebih Baik

Mereka tidak menerima segala sesuatu apa adanya; sebaliknya mereka mencari cara-cara untuk mengembangkan situasi. Kreativitas adalah : “melihat hal yang dilihat orang lain, tetapi memikirkan hal yang tidak terpikirkan oleh orang lain.”

Para pemikir kreatif tidak melihat masalah, mereka melihat tantangan – peluang yang mendesak pikiran mereka untuk mencari inovasi.

2. Mereka Adalah Para Pencetus Paradigma

Paradigma dalah satu perangkat aturan atau kerangka rujukan. Pradigma digunakan untuk mendefinisikan dunia dan melihat segala hal dengan lebih jernih, tetapi ini semua dapat mengaburkan peluang dan solusi baru.

Para pemikir kreatif adalah pencetus paradigma; mereka menerobos batas-batas baku dalam mencari solusi. Mereka mempelajari situasi dari banyak sudut dan mampu melakukan pergeseran dramatis dalam pemikiran.

3. Mereka Mengembangkan Pikiran Inkuisitif

Mereka selalu bertanya “mengapa” dan memikirkan bagaimana segala sesuatu berjalan.

“Isi otakmu, pompakan informasi kedalamnya. Beri otakmu sebanyak mungkin material mentah, kemudian beri kesempatan kepadanya untuk mengolahnya.”

4. Mereka Bertindak

Para inovator membuat ide-ide kreatif menjadi nyata.

Para innovator menemukan langkah-langkah penting untuk mewujudkan ide mereka dari papan gambar menuju realitas.

Creative Problem-Solving Process :

1. Memahami Tujuan atau Masalah

Kejelasan adalah kunci untuk memahami situasi Anda dan mengatasinya dengan solusi terbaik. Definisikan parameter-parameter Anda. Seperti apa tepatnya nanti pencapaian tujuan tersebut.

Begitu Anda telah memastikan tujuan, maka akan lebih mudahlan untuk muncul dengan satu rencana aksi.

2. Lahirkan Ide-ide

Semakin banyak ide yang mereka miliki, semakin besar pilihan mereka.

Cara Berpikir Divergen

Yaitu membiarkan pikiran Anda bergerak kemana-mana secara simultan. Bekerjalah dengan orang lain dan doronglah setiap orang untuk mengatakan apa pun yang muncul di kepala mereka. Satu ide akan memicu timbulnya ide lain. Tulislah semua ide, walaupun tampak konyol pada saat itu.

Periode Inkubasi

Kini Anda telah melahirkan ide-ide, biarkanlah ide-ide itu mengalami inkubasi. Ambil waktu sejenak untuk merefleksikannya sebelum Anda meneruskannya.

Pada saat Anda membiarkannya mengendap dan melonggarkan tekanan, Anda akan menga-lami sekilas wawasan atau reaksi “Aha”. Intuisi Anda bekerja keras. Walaupun Anda tidak mengalami wawasan sekilas ini, Anda akan mampu meneriskan langkah berikutnya, dengan pikiran yang lebih jernih

Cara Berpikir Konvergen

Lihat semua ide besar yang telah Anda kumpulkan. Mungkin Anda ingin menambahkan satu atau dua ide. Kemudian sempitkan ide-ide ini menjadi beberapa yang terbaik. Selanjutnya, putuskan satu atau dua yang Anda pilih untuk digunakan.

3. Aksi

Rencana Aksi

Setelah membuat pilihan, tuliskan langkah-langkah yang akan Anda lakukan. Jika ini suatu proyek besar, mulailah dengan survei menyeluruh, kemudian bagi menjadi langkah-langkah yang lebih kecil untuk membuatnya lebih dapat diatur.

Melakukan Aksi

Kemampuan untuk melakukan aksi membedakan seorang yang sukses dengan mereka yang hanya ngomong.

Untuk membuat Anda mulai, buatlah alur waktu dikalender Anda, tandai waktu untuk setiap langkah. Delegasikan tugas dan bila memungkinkan bentuklah tim proyek. Periksalah alur waktu Anda sekali-kali untuk memastikan bahwa Anda masih dalam jadwal.

Evaluasi Aksi

Masukkan dalam rencana Anda suatu langkah evaluasi. Setelah melaksanakan rencana Anda selama waktu tertentu, berhentilah dan tanyalah diri Anda, “Berhasilkah ini?”

Evaluasilah keefektifan system Anda dan lihatlah bagian-bagian mana yang berjalan dengan baik dan bagaimana yang memerlukan penanganan khusus.

Bila Anda menghadapi rintangan-rintangan penting, kembalilah pada diagram ide-ide dan lihatlah ide-ide Anda yang lain. Ingat, bila sesuatu jelas-jelas tidak berhasil, bersikap luweslah dan hentikanlah.

Ulangi langkah evaluasi sampai Anda mencapi tujuan Anda.

Cara mengembangkan sikap kreatif :

· Membuat catatan tentang ide atau gagasan agar mudah untuk diingat dan dikembangkan

· Mencari waktu luang untuk mengembangkan ide atau gagasan

· Mencari tempat-tempat yang menunjang proses pengembangan ide

· Mengembangkan sikap ingin tahu dan bertanya

· Mengaitkan setiap masalah dengan fakta-fakta yang ada

· Berani mengubah bentuk yang ada (berani tampil beda)

· Mencoba melihat permasalahan dari sudut pandang yang berbeda

· Berusaha melihat yang tersirat bukan yang tersurat

· Melatih diri memproduksi ide dalam waktu singkat (brain storming)

· Mengubah sikap diri yang menghambat

· Berani salah

Hambatan kreatif : (dari ekstern)

· norma/aturan/adat kesopanan

· sikap lingkungan yang konservatif/statis

· tekanan, contoh kekuasaan

Hambatan kreatif : (dari intern)

· tidak percaya diri

· pesimis

· takut menanggung resiko

· mudah menyerah

· malas berpikir/tidak mengembangkan diri

· cepat puas

· statis/konservatif

Komentar»

1. dra_z - November 8, 2009

keren…
boleh copy ga nih???

2. argi - November 14, 2009

Makasih banyak boss, gue dpt tambahan wawasan siape tau ingsun bisa jd pemimpin yang cerdas, dan kreatip. nuhun

3. Anti - Oktober 12, 2010

copy ya,,,

4. suwitno - September 8, 2011

alhamduliilah,smoga ini sangat bermanfaat amiiiin

5. tajul - April 25, 2013

artikelnya krenn, izin copas gan!

6. Johnk827 - Agustus 19, 2014

Its actually a nice and helpful piece of information. Im glad that you shared this useful information with us. Please keep us up to date like this. Thanks for sharing. fdeedgddeaae


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: